Rabu, 17 Agustus 2016

CYSTITIS : GEJALA, PENYEBAB, PENGOBATAN DAN PENCEGAHAN

Cystitis adalah inflamasi atau peradangan pada kandung kemih. Bakteri merupakan penyebab utama pada sebagian besar pengidap cystitis.



Penyakit ini termasuk Infeksi Saluran Kemih yang paling umum terjadi, terutama pada wanita. Hal ini disebabkan oleh ukuran uretra (saluran utama untuk pembuangan urine ke luar tubuh) pada wanita yang lebih pendek dibandingkan dengan pria dan letaknya lebih dekat dengan anus. Karena itu, bakteri dari anus lebih mudah berpindah dan masuk ke dalam saluran kemih.

Gejala-gejala Cystitis
Cystitis bisa terjadi pada dewasa maupun anak-anak. Gejala cyctitis pada pengidap dewasa lebih mudah dikenali dan biasanya meliputi:
  • Frekuensi ingin buang air kecil yang melebihi normal.
  • Rasa sakit atau sensasi terbakar (perih) saat buang air kecil.
  • Sering buang air kecil dengan jumlah sedikit.
  • Urine berwana keruh atau berbau tajam.
  • Rasa sakit atau sensasi tertekan pada perut bagian bawah.
  • Darah pada urine.
  • Tubuh terasa kurang sehat atau demam.
Sementara pada anak-anak, gejala penyakit ini cenderung sulit dikenali karena anak-anak kesulitan dalam mengungkapkan yang mereka rasakan. Selain sakit saat buang air kecil, frekuensi yang lebih sering, dan sakit perut, ada beberapa indikasi lain yang patut Anda waspadai. Di antaranya adalah demam, lemas, mudah lelah, uring-uringan, tidak nafsu makan, serta muntah.

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda atau anak Anda mengalami gejala-gejala tersebut. Pemeriksaan oleh dokter dibutuhkan terutama jika Anda mengalami inflamasi ini untuk pertama kalinya, gejala yang Anda alami tidak kunjung membaik, Anda sedang hamil, atau sering mengalami cystitis.

Penyebab dan Faktor Risiko Cystitis
Infeksi saluran kemih umumnya disebabkan oleh masuknya bakteri ke dalam saluran kemih melalui uretra yang kemudian berkembang biak. Proses ini bisa terjadi melalui berbagai cara, misalnya berhubungan seksual, menyeka anus ke arah vagina, menggunakan kateter untuk waktu lama, atau alat kontrasepsi berbentuk spiral.

Inflamasi ini juga mungkin dipicu oleh faktor-faktor lain. Beberapa di antaranya adalah:
  • Obat-obatan, misalnya dalam kemoterapi.
  • Efek samping radioterapi.
  • Komplikasi penyakit atau kondisi lain, seperti diabetes, menopause, batu ginjal, atau pembengkakan prostat.
  • Sedang hamil.
  • Iritasi akibat bahan kimia, misalnya sabun yang mengandung parfum.
Diagnosis dan Pengobatan Cystitis
Dokter umumnya bisa mendiagnosis cystitis melalui gejala-gejala yang dialami pasien. Beberapa jenis pemeriksaan juga akan dianjurkan guna memastikan inflamasi ini. Jenis pemeriksaan yang bisa dijalani pasien meliputi tes atau analisis urine, pemeriksaan kondisi fisik saluran kemih melalui X-ray, sistokopi, atau USG.

Setelah diagnosis positif, dokter akan menentukan langkah pengobatan yang dibutuhkan pasien. Antibiotik merupakan pengobatan utama yang akan diberikan pada pengidap. Jenis, dosis, serta durasi penggunaan antibiotik akan ditentukan berdasarkan jenis bakteri yang ditemukan, tingkat keparahan inflamasi, serta kondisi kesehatan Anda.

Obat tersebut harus dihabiskan sesuai durasi penggunaan yang dianjurkan dokter. Ini dilakukan untuk memastikan bakteri penyebab infeksi benar-benar musnah.

Sebagian besar kasus cystitis bisa sembuh sendiri dalam waktu beberapa hari dengan bantuan antibiotik, terutama inflamasi yang termasuk ringan. Pengaruh antibiotik umumnya baru akan terasa dalam waktu satu hingga dua hari setelah penggunaan. Jika nyeri terasa sangat mengganggu, Anda bisa mengonsumsi parasetamol untuk menguranginya.

Untuk cystitis kambuhan, dokter cenderung memberikan antibiotik berdosis rendah dengan durasi penggunaan yang lebih lama. Dokter juga terkadang mengizinkan pasien untuk membeli obat-obatan yang pernah digunakan di apotek tanpa harus kembali ke dokter. Tetapi pemantauan tetap diperlukan jika gejala cystitis berkelanjutan.

Di samping obat-obatan, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi gejala sekaligus mempercepat penyembuhan. Langkah-langkah tersebut meliputi mengompres perut yang nyeri dengan air hangat, banyak minum, serta hindari berhubungan intim untuk sementara.

Langkah Pencegahan Cystitis
Cystitis yang sering kambuh tentu sangat mengganggu kenyamanan sekaligus aktivitas sehari-hari Anda. Terdapat beberapa langkah sederhana yang bisa kita terapkan guna menghindari inflamasi ini sekaligus mencegah kekambuhannya, yaitu:
  • Jangan menahan keinginan untuk buang air kecil.
  • Hindari penggunaan sabun mandi atau sabun pembersih organ intim yang mengandung parfum.
  • Banyak minum guna mencegah perkembangbiakkan bakteri dalam kandung kemih.
  • Kenakan celana dalam berbahan katun yang lembut.
  • Menyeka organ intim dari depan ke belakang (dari vagina menuju anus) sehabis membasuh.

0 komentar:

Posting Komentar