Rabu, 17 Agustus 2016

GINJAL POLIKISTIK ; PENYEBAB, GEJALA DAN PERAWATAN

Penyakit Ginjal Polikistik adalah kelainan ginjal yang ditandai dengan pembentukan kista non kanker yang merusak fungsi ginjal dan akhirnya menyebabkan gagal ginjal total, biasa disingkat PKD (Polycystic Kidney Disease).

Kista yang muncul pada kasus PKD mungkin tidak bersifat kanker, namun gangguan ini tidak hanya menyerang ginjal. Terdapat kemungkinan kista menyebar ke organ lainnya, seperti hati, jantung, dan otak dan ini dapat menyebabkan murmur jantung, aneurisma otak atau bahkan stroke hingga kematian.

Terdapat tiga jenis PKD: PKD Autosom Resesif (ARPKD), PKD Autosom Dominan (ADPKD), dan Penyakit Ginjal non keturunan (ACKD). Dari ketiga jenis ini, hanya ACKD yang tidak diwariskan.

Sembilan puluh persen kasus PKD adalah ADPKD (turunan), terutama karena hanya satu orang tua yang perlu memiliki penyakit ini untuk diturunkan ke anak-anaknya. Seorang anak mungkin sudah menunjukan gejala awal penyakit, namun biasanya muncul ketika si anak mencapai umur 30 atau 40 tahun.

ARPKD tidak terlalu umum karena kedua orang tua perlu memiliki gangguan ynag sama untuk diturunkan ke anaknya. Selanjutnya, ARPKD diklasifikasikan menjadi 4 jenis: perinatal, neonatal, bayi, dan remaja. Setiap jenis ini didasarkan pada usia hidup ketika gejala mulai muncul.

Orang yang sudah memiliki masalah ginjal berada pada risiko terkena ACKD, terutama jika sudah menjalani dialisis karena gagal ginjal.


Penyebab Penyakit Ginjal Polisistik
PKD disebabkan oleh kelainan gen yang dapat diturunkan dari orangtua ke anak. Namun, pada kasus yang jarang terjadi di mana tidak ada riwayat keluarga memiliki PKD, gangguan ini disebabkan oleh mutasi genetik.

Jika tidak ditangani, PKD dapat menyebabkan berbagai komplikasi, beberapa diantaranya dapat mengancam jiwa. Beberapa kompikasi yang paling umum adalah tekanan darah tinggi, kista pada hati, berkurangnya atau hilangnya fungsi ginjal keseluruhan, masalah usus besar, sakit kronis, aneurisma otak, dan kelainan katup jantung.

Umum bagi ibu hamil untuk memperlihatkan gejala selama masa kehamilan karena kebanyakan orang dengan PKD telah memiliki gangguan tersebut sejak kecil. Meski sebagian besar kehamilan dengan PKD tidak memperlihatkan gejala, ada kemungkinan bagi ibu hamil tersebut terserang suatu kondisi yang disebut preeklampsia.

Gejala Utama Penyakit Ginjal Polikistik
Penyakit Ginjal Polikistik adalah gangguan ginjal, namun gangguan ini juga mempengaruhi organ lain, yang umumnya menjadi alasan mengapa gangguan ini memperlihatkan berbagai gejala. Beberapa gejala yang paling umum adalah:

  • Hipertensi, 
  • Darah pada urin,  
  • Infeksi saluran kemih
  • Infeksi ginjal, 
  • Gagal ginjal, 
  • Peningkatan ukuran perut,  
  • Nyeri punggung
  • Sakit kepala, 
  • dan sering buang air kecil.

Penting untuk dicatat bahwa kebanyakan orang dengan PKD tidak memperlihatkan gejala hingga tua. Banyak pasien PKD bahkan tidak tahu bahwa mereka memiliki gangguan tersebut. Sayangnya, tidak adanya gejala tidak berarti bahwa gangguan tersebut belum menyebabkan kerusakan pada ginjal.
Penting untuk Anda berkonsultasi dengan dokter jika Anda menemukan salah satu gejala di atas. Jika Anda tidak memilik gejala apapun, tetapi PKD terdapat dalam riwayat keluarga Anda atau jika dimiliki oleh keluarga tingkat pertama, Anda harus berkonsultasi dengan dokter sebagai tindakan pencegahan.

Siapa yang Harus Ditemui & Perawatan yang Tersedia
Sebagian besar gejala PKD juga terkait dengan berbagai penyakit dan gangguan. Ada kemungkinan Anda harus berkonsultasi dengan dokter dan menyebutkan satu atau lebih gejala sebagai keluhan utama Anda. Kemudian, dokter akan meninjau riwayat kesehatan Anda dan melakukan pemeriksaan fisik. Anda mungkin perlu menjalani beberapa pemeriksaan laboratorium, seperti penghitungkan darah lengkap (CBC) dan pemeriksaan urin, untuk menentukan penyebab dari gejala.

Jika dokter Anda mencurigai adanya PKD, dokter akan meninjau riwayat keluarga Anda. Anda kemudian akan dirujuk ke dokter ahli untuk diperiksa lebih lanjut untuk menentukan kondisi dan perawatan Anda.
Setelah dokter ahli ginjal menerima kasus Anda, Anda akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan penyebab kondisi dan seberapa jauh penyakit Anda telah menyebar dalam tubuh Anda. Ingat bahwa kista tidak hanya mempengaruhi ginjal, tetapi juga bisa menyebar ke organ lainnya.

Pemeriksaan yang paling umum termasuk USG untuk menemukan kista pada perut; CT scan atau sinar-X perut untuk menemukan kista kecil; MRI perut untuk melihat kondisi ginjal Anda; dan pielogram intravena sehingga pembuluh darah akan muncul dengan jelas pada sinar-X.

Jika dokter ahli mencurigai adanya risiko aneurisma otak, Anda juga akan menjalani angiografi serebral. Setelah dokter ahli memastikan organ dalam tubuh yang terserang PKD, Anda akan diberikan rencana perawatan. Sangat penting untuk dipahami bahwa perawatan PKD melibatkan pengendalian gejala, utamanya tekanan darah tinggi, ynag merupakan penyebab utama dari berbagai masalah medis, seperti gagal ginjal dan penyakit jantung.

Perawatan Anda juga akan mencakup pemberian obat untuk mengurangi rasa sakit, antibiotik untuk mengobati infeksi, diuretic untuk menghilangkan kelebihan cairan, dan operasi untuk mengeringkan kista. Anda juga akan diberikan pola makan rendah garam untuk mengurangi kemungkinan penimbunan cairan.
Jika PKD telah mempengaruhi ginjal, dialis akan dianjurkan untuk mencegah penumpukan produk pembuangan dalam aliran darah Anda. Jika Anda mengalami gagal pada kedua ginjal, transplantasi ginjal akan diperlukan.

Dengan perawatan dan perubahan gaya hidup yang tepat, banyak orang dengan PKD dapat hidup normal. Namun, pada beberapa orang, PKD semakin parah hingga menyebabkan penyakit hati atau gagal ginjal. Jika masalahnya terpusat pada ginjal, transplantasi ginjal akan membantu Anda untuk hidup normal. Pasien dengan PKD akan membutuhkan banyak dukungan dari teman dan anggota keluarga. Dalam beberapa kasus, pasien juga perlu menjalani bimbingan untuk membantunya mengatasi kondisi tersebut. Untungnya, sejumlah kelompok pendukung berdedikasi untuk membantu pasien PKD menjalani kehidupannya meskipun adanya gangguan tersebut.

Rujukan:

  • Amaout MA. Cystic kidney diseases. In: Goldman L, Ausiello D, eds. Cecil Medicine. 24th ed. Philadelphia, Pa: Saunders Elsevier; 2011:chap 128.
  • Porter CC, Avner Ed. Anatomic abnormalities associated with hematuria. In: Kliegman RM, Stanton BF, St. Geme JW III, Schor NF, Behrman RE, eds. Nelson Textbook of Pediatrics. 19th ed. Philadelphia, Pa: Saunders Elsevier; 2011:chap 515.
  • Torres VE, Grantham JJ. Cystic diseases of the kidney. In: Brenner BM, ed. Brenner and Rector’s the Kidney. 8th ed. Philadelphia, Pa: Saunders Elsevier; 2007:chap 41.

0 komentar:

Posting Komentar